Oleh : Hayyu Failasufa – Kepala Biro Dentamedia di Semarang
Di tengah upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesehatan
masyarakat, data terkini menjadi kunci untuk merancang kebijakan yang efektif.
Survei Kesehatan Indonesia 2023 (SKI 2023) memberikan gambaran baru tentang kondisi
kesehatan gigi dan mulut di Tanah Air, menggantikan data dari RISKESDAS 2018
yang telah lampau. Sebelum diterbitkannya SKI 2023, data utama tentang
kesehatan gigi dan mulut di Indonesia diperoleh dari Riskesdas 2018. Survei ini
memberikan wawasan berharga, namun, seperti halnya data lama, informasinya bisa
menjadi tidak relevan seiring dengan perubahan kondisi kesehatan masyarakat.
Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dari kesehatan umum, dengan
dampak luas terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan.
Profil Survei
Survei Kesehatan Indonesia 2023 merupakan perpaduan antara Penelitian
Kesehatan Dasar (Riskesdas), Survei Status Gizi Balita (SSGI), bersama dengan
penilaian Biomedis serta Kesehatan Gigi dan Mulut. SKI 2023 adalah survei yang dirancang
untuk memberikan data terbaru tentang kondisi kesehatan di Indonesia, termasuk
kesehatan gigi dan mulut.
Demografi SKI mencakup setiap rumah tangga yang tersebar di
seluruh Indonesia. Menargetkan sampel 34.500 Blok Sensus, SKI 2023 melibatkan
345.000 rumah tangga reguler untuk Riskesdas dan tambahan 345.000 rumah tangga
balita untuk SSGI. Di antara 34.500 Blok Sensus SKI, 2.500 telah dialokasikan
untuk pengambilan sampel dalam Pemeriksaan Biomedis serta Kesehatan Gigi dan Mulut.
Pengumpulan data SKI 2023 meliputi enam data set, salah satunya
adalah data set gigi. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi status gigi geligi,
kebutuhan perawatan segera dan gigi tiruan. Selain itu, informasi kesehatan
gigi mulut juga masuk dalam blok keterangan
individu dan identifikasi responden
Temuan Utama
Kementerian Kesehatan merilis Laporan SKI Dalam Angka melalui situs
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Selain itu
Kemenkes juga membuat laporan tematik yang berisi berisi tujuh isu permasalahan
prioritas kesehatan. Problematika gigi mulut masuk menjadi salah satu masalah
yang dibahas dalam laporan tersebut.
Temuan dari SKI 2023 menunjukkan bahwa sekitar 50% penduduk Indonesia berusia tiga tahun ke atas mempunyai keluhan masalah Kesehatan igi dan mulut. Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan proporsi tertinggi, sementara Provinsi Bali dengan proporsi terendah. Di antara 56,9% individu yang menyatakan adanya masalah gigi, hanya 11,2% mencari bantuan dari profesional gigi untuk mengatasi masalah kesehatan mereka. Banyak faktor berkontribusi pada keengganan individu untuk segera melakukan perawatan untuk masalah kesehatan gigi dan mulut. Ketakutan terpapar Covid-19 menjadi alasan utama (81,7%), diikuti oleh waktu tunggu yang panjang untuk ayanan (80,2%), dan preferensi untuk pengobatan sendiri (79,3%).
Dalam laporan SKI 2023, berkenaan dengan pengelolaan masalah gigi
dan mulut, sebanyak 24,8% populasi memilih pengobatan sendiri atau penggunaan
obat analgesik untuk ketidaknyamanan gigi tanpa bimbingan seorang profesional
medis.
Implikasi untuk Kebijakan Kesehatan
Hasil dari SKI 2023 dapat memberikan informasi penting bagi
pembuat kebijakan dan praktisi kesehatan. Dengan data yang lebih
akurat, kebijakan dan program kesehatan gigi dan mulut dapat
dirancang dan disesuaikan untuk mengatasi masalah kesehatan yang
paling mendesak. Hal ini termasuk pengembangan program pencegahan,
peningkatan akses ke layanan kesehatan gigi, dan kampanye pendidikan
masyarakat.
Tantangan dan Langkah ke Depan
Meskipun SKI 2023 memberikan data yang lebih baru, masih
ada tantangan dalam mengimplementasikan temuan ini secara
efektif. Tantangan ini meliputi kebutuhan untuk sosialisasi hasil
survei kepada stakeholder terkait dan penguatan infrastruktur kesehatan
gigi di seluruh Indonesia. Langkah ke depan harus mencakup pemantauan
berkelanjutan dan penyesuaian kebijakan berdasarkan data terbaru.
Data dari SKI 2023
memberikan wawasan yang sangat penting tentang kesehatan gigi dan mulut di
Indonesia. Pemanfaatan data terbaru ini akan memungkinkan pemerintah dan organisasi
kesehatan untuk membuat keputusan yang lebih informasional dan efektif dalam
meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
Posting Komentar untuk "SKI 2023, Peta Baru Kesehatan Gigi dan Mulut Indonesia"